Friday, April 15, 2011

Masuklah ke Kanaan Anda Sekarang !

Galatia 3:29
“Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.”

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 107; Lukas 19; Hakim-Hakim 1-2

Perjalanan bangsa Israel kuno keluar dari Mesir menuju ke tanah kanaan adalah salah satu peristiwa sejarah yang tidak dapat dilepas dari dunia kekristenan. Disinilah, untuk pertama kali Allah melakukan karya pembebasan kepada umat-Nya. Namun, bukan hal tersebut yang akan kita renungkan bersama hari ini, akan tetapi 40 tahun perjalanan umat pilihan Allah sebelum masuk ke tanah perjanjian .

Pernahkan Anda benar-benar berpikir mengapa bangsa Israel harus berkeliling di padang gurun sebelum masuk ke tanah Kanaan? Apakah karena Allah hanya ingin mengerjai umat-Nya? Atau memang sebenarnya kasih-Nya tidaklah pernah tulus kepada manusia? Bila Anda memilih kedua pilihan tersebut maka Anda belum mengenal siapakah Allah yang Anda saat ini sembah.

Tidak pernah dalam pikiran Allah untuk mencobai manusia atau sekedar menjerumuskan kita. Kasih-Nya murni kepada kita. Jadi kalau begitu, salah dimanakah hingga bangsa Israel sampai begitu lama masuk ke dalam tanah perjanjian? Jawabannya adalah di dalam pola pikir mereka.

Disadari atau tidak, bangsa Israel lah yang menginginkan tinggal berlama-lama di padang gurun. Pikiran mereka tidak benar-benar fokus kepada janji-janji Allah sehingga ketika melihat sedikit masalah saja, mulut mereka sudah bersungut-sungut dan hati mereka sudah berpaling dari Allah. Mereka tidak pernah benar-benar yakin akan masuk ke dalam tanah perjanjian.

Sebagian dari kita yang hidup dan diberi anugerah menjadi umat Allah saat ini pun memiliki pola pikir yang sama dengan bangsa Israel kuno. Kita masih men-set pikiran kita bahwa kita adalah orang-orang yang penuh dosa yang nantinya akan berakhir di neraka. Kita tidak pernah percaya benar-benar bahwa kita telah ditebus dan dapat menikmati semua janji-janji berkat-Nya bukan hanya di kerajaan 1000 tahun kelak, tetapi sekarang – saat kita masih hidup di bumi.

Amsal menulis, “Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia” (23:17). Jadi, bila Anda berpikir dapat merasakan hidup penuh berkat dan luar biasa, maka terjadilah seperti yang Anda pikirkan. Jika Anda berpikir bahwa Anda dan keluarga Anda akan menikmati mukjizat demi mukjizat pada tahun ini dan juga di masa-masa mendatang, maka terjadilah seperti yang Anda pikirkan.

Apa yang telah Allah janjikan ke dalam hidup Anda hari ini? Peganglah itu sungguh-sungguh karena itulah kanaan Anda. Berpikirlah seperti yang Dia rindukan karena dengan begitu Anda dapat melangkah masuk ke tanah perjanjian – tanah yang sudah dipersiapkan Allah untuk Anda dan orang-orang yang percaya kepada-Nya.

Setiap orang yang menerima Tuhan Yesus sbagai Juruselamat berhak menikmati berkat-berkatNya karena itu adalah janji-Nya.

Sumber: Saduran Artikel ‘Step into Your Promised Land Today!’ oleh Brooke Keith

Renungan terkait
* Berkat sebuah ucapan syukur
* Kunci pertama berkat
* Berkat kasih karunia
* Tuhan sumber berkat
* Becoming like Jesus is slow process